CLASSICAL ORGANIZATION THEORY (TEORI ORGANISASI KLASIK)

1. Henry Fayol (1841-1925)

Sumbangan terbesar dari Fayol adalah pandangannya yang menyatakan bahwa manajemen itu bukanlah keterampilan pribadi, tetapi merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan. Fayol membagi kegiatan dan operasi perusahaan ke dalam 6 macam yaitu: teknis, perdagangan, keuangan, keamanan, akuntansi, dan manajerial. Fayol memberi perhatian utama pada kegiatan manajerial. Fayol menyusun 14 macam prinsip manajemen sebagai berikut : pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan komando, kesatuan pengarahan, pengutamaan kepentingan umum daripada pribadi, pemberian upah karyawan, sentralisasi, rantai skalar, tata tertib, keadilan, kestabilan staf, inisiatif, dan semangat kelompok.

2. James D. Money

Eksekutif General Motor ini, mengategorikan prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Empat kaidah dasar yang perlu diperhatikan untuk merancang organisasi, yaitu: koordinasi, prinsip hierarki, prinsip fungsional, dan prinsip staf.

3. Max Weber (1864-1920)

Max Weber mengembangkan teori “Manajemen Birokrasi”. Ia menekankan pada kebutuhan akan penetapan hierarki yang sempurna ditentukan oleh penetapan peraturan dan garis wewenang yang jelas.

4.  Mary Parker Follett (1868-1933)

Follett, ahli ilmu pengetahuan sosial pertama yang menerapkan psikologi pada perusahaan, industri dan pemerintah. Dia menulis tentang kreatifitas, kerjasama antarmanajer dan bawahan, koordinasi dan pemecahan konflik. Dia menganjurkan suatu pola organisasi yang ideal di mana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan.

5.  Oliver Sheldon (1894-1951)

Sheldon menggabungkan nilai-nilai efisiensi manajemen ilmiah dengan etika pelayanan kepada masyarakat sesuai 3 buah prinsip yaitu :

  1. Kebijakan, keadaan dan metode industri harus sejalan dengan kesejahteraan masyarakat.
  2. Manajemen harus mampu menafsirkan sanksi moral tertinggi masyarakat.
  3. Manajemen harus mengambil prakarsa guna meningkatkan standar etika yang umum dan konsep keadilan sosial.

6.  Chester I. Barnard (1886-1961)

Bernard merumuskan teori-teori tentang kehidupan organisasi. Manusia masuk organisasi karena ingin mencapai tujuan pribadinya melalui pencapaian tujuan organisasi yang tak mungkin dicapai sendiri. Tesis sentralnya adalah per-usahaan akan berjalan efisien dan hidup terus, apabila dapat menyeimbangkan pencapaian tujuan dan kebutuhan individu.

Sumbangan Teori Organisasi Klasik.

  1. Keterampilan manajerial dapat diterapkan pada semua jenis kelompok kegiatan, jika hal lainnya tetap.
  2. Beberapa prinsip yang mendasari perilaku manajerial yang efektif dan dapat diajarkan, memberikan hal-hal praktis yang dapat diterapkan.
  3. Pandangan yang membuat para manajer waspada akan masalah-masalah mendasar yang mungkin mereka temui dalam setiap organisasi.

Keterbatasan Teori Organisasi Klasik

  1. Teori ini dipandang tidak semuanya cocok untuk masa kini.
  2. Prinsip-prinsip aliran ini hanya tepat apabila organisasi berada dalam lingkungan yang stabil dan dapat diprediksi.
  3. Prinsip-prinsip aliran ini terlalu umum untuk mengatasi masalah-masalah organisasi yang semakin kompleks dewasa ini.
  4. Aliran ini tidak memberikan petunjuk dalam pengambilan keputus an tentang tentang prinsip mana yang harus dipilih sebagai patokan.

~ oleh Indra Ratna Prastiyanto pada Februari 4, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: