MANAGEMENT SCIENCE SCHOOL (ALIRAN ILMU MANAJEMEN)

•Februari 4, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aliran Perilaku Organisasi

Pendekatan manusia mempelopori tumbuhnya pendekatan baru yang lebih dikenal sebagai pendekatan/aliran perilaku. Tokoh-tokoh aliran ini adalah:

1. Abraham Maslow, memperkenalkan teori aktualisasi diri dengan mena-ndaskan bahwa tujuan utama psikoterapi adalah membangun integritas seseorang. Tingkatan Kebutuhan manusia menurut Maslow sebagai berikut: kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri.

2. Douglas Mc. Gregor, dikenal dengan teori X dan teori Y-nya.

3. Fredrick Hezberg, menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.

4. Robert Blake & Jane, lima gaya kepemimpinan dan kisi-kisi manajerial.

5. Rensis Linkert, mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem: exploatif-otoritatif sampai partisipatif kelompok.

6. Fred Fiedler,menyarankan pendekatan kontingensi pada studi kepemimpinan.

7. Chris Argyris, memandang organisasi sebagai sistem sosial.

8. Edgar Schien, banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.

Sumbangan Aliran Perilaku Organisasi

Sumbangan aliran ini terlihat dalam peningkatan pemahaman terhadap motivasi perseorangan, perilaku kelompok, hubungan antara pribadi dalam kerja dan pentingnya kerja bagi manusia. Semua hal ini telah membuat para manajer semakin peka dan terampil dalam menangani dan berhubungan dengan bawahannya.

Keterbatasan Aliran Perilaku Organisasi

Meskipun demikian, banyak ahli berpendapat potensi teori ini belum dikembangkan lebih lanjut. Selain itu juga banyak kritikan terhadap aliran ini, karena disamping terlalu umum, terlalu abstrak dan ruwet/rumit. Rekomendasi mereka sering berbeda satu ahli dengan ahli lainnya, sehingga manajer mengalami kesulitan menentukan pendapat yang paling baik.

Aliran Kuantitatif (Riset Operasi dan Manajemen Sains)

Aliran kuantitatif mulai berkembang sejak Perang Dunia II. Pada waktu itu Inggris ingin memecahkan beberapa persoalan yang sangat kompleks dalam perang. Inggris kemudian membentuk Tim Riset Operasi (Reserch Operation), dipimpin oleh P.M.S Blackett. Tim ini terdiri dari ahli matematika, fisika, dan ilmuwan lainnya. Inggris berhasil menemukan terobosan-terobosan penting dari team tersebut. Amerika Serikat kemudian meniru, membentuk tim riset operasi seperti yang dibentuk Inggris.

Manajemen operasi merupakan variasi lain dari pendekatan kuantitatif. Beberapa contoh model manajemen operasi adalah : pengendalian persediaan seperti EOQ (Economic Order Quantity), simulasi, analisis break-event, programasi lenier (linear programming).

Sumbangan Aliran Kuantitatif (Riset Operasi/Manajemen Sains)

Pendekatan kuantitatif memberikan sumbangan penting terutama dalam perencanaan dan pengendalian. Pendekatan tersebut juga membantu memahami persoalan manajemen yang kompleks. Dengan menggunakan model matematika, persoalan yang kompleks dapat disederhanakan.

Keterbatasan Aliran Kuantitatif (Riset Operasi/Manajemen Sains)

Sayangnya model kuantitatif banyak menggunakan model atau simbol yang sulit dimengerti oleh kebanyakan orang, termasuk manajer. Pendekatan kuantitatif juga tidak melihat persoalan perilaku dan psikologi manusia dalam organisasi. Meskipun demikian potensi model kuantitatif belum dikembangkan sepenuhnya. Apabila dapat dikembangkan lebih lanjut pendekatan kuantitatif akan memberikan sumbangan yang lebih berarti.

HUMAN BEHAVIOR (ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI)

•Februari 4, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aliran ini memandang organisasi pada hakikatnya adalah orang. Aliran klasik dianggap kurang lengkap karena tidak mewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dan keharmonisan di tempat kerja. Pelopor aliran ini yaitu:

1.  Hugo Munsterberg (1863-1916)

Munsterberg disebut sebagai Bapak Psikologi Industri. Sumbangannya berupa pemanfaatan psikologi untuk membantu peningkatan produksi. Munsterberg menyarankan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas yaitu: mendapatkan karyawan terbaik, menciptakan kondisi kerja terbaik, dan menggunakan pengaruh psikologis dalam memotivasi.

2.  Elton Mayo (1880-1949)

Ia terkenal dengan eksperimen tentang perilaku manusia dalam situasi kerja. Eksperimen ini disimpulkan bahwa perhatian khusus dapat menyebabkan seseorang meningkatkan usahanya, sedang rangsangan uang tidak menyebabkan membaiknya produktivitas. Kelemahan temuan Mayo ditunjukkan oleh orang-orang yang beranggapan kepuasan karyawan bersifat kompleks.

Sumbangan Aliran Hubungan Manusiawi (Human Behavior)

Aliran hubungan manusiawi menyadarkan pentingnya kebutuhan sosial. Aliran ini mempelopori studi baru dalam bidang dinamika kelompok, di mana perhatian ditunjukkan tidak hanya pada individu, tetapi juga pada proses dan dinamika kelompok.

Keterbatasan Aliran Perilaku/Human Behavior/Behaviour School

Disain, metoda dan analisis penelitian Mayo sampai saat ini masih menjadi kontaversi. Konsep manusia sosial yang dikembangkan ternyata tidak menjelaskan sepenuhnya perilaku manusia. Usaha perbaikan-perbaikan kondisi kerja ternyata tidak mampu menaikan prestasi kerja. Aliran hubungan manusia belum mampu melakukan prediksi perilaku manusia dengan akurat karena faktor sosial merupakan hasil emosi manusia yang lebih sulit diukur.

CLASSICAL ORGANIZATION THEORY (TEORI ORGANISASI KLASIK)

•Februari 4, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

1. Henry Fayol (1841-1925)

Sumbangan terbesar dari Fayol adalah pandangannya yang menyatakan bahwa manajemen itu bukanlah keterampilan pribadi, tetapi merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan. Fayol membagi kegiatan dan operasi perusahaan ke dalam 6 macam yaitu: teknis, perdagangan, keuangan, keamanan, akuntansi, dan manajerial. Fayol memberi perhatian utama pada kegiatan manajerial. Fayol menyusun 14 macam prinsip manajemen sebagai berikut : pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan komando, kesatuan pengarahan, pengutamaan kepentingan umum daripada pribadi, pemberian upah karyawan, sentralisasi, rantai skalar, tata tertib, keadilan, kestabilan staf, inisiatif, dan semangat kelompok.

2. James D. Money

Eksekutif General Motor ini, mengategorikan prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Empat kaidah dasar yang perlu diperhatikan untuk merancang organisasi, yaitu: koordinasi, prinsip hierarki, prinsip fungsional, dan prinsip staf.

3. Max Weber (1864-1920)

Max Weber mengembangkan teori “Manajemen Birokrasi”. Ia menekankan pada kebutuhan akan penetapan hierarki yang sempurna ditentukan oleh penetapan peraturan dan garis wewenang yang jelas.

4.  Mary Parker Follett (1868-1933)

Follett, ahli ilmu pengetahuan sosial pertama yang menerapkan psikologi pada perusahaan, industri dan pemerintah. Dia menulis tentang kreatifitas, kerjasama antarmanajer dan bawahan, koordinasi dan pemecahan konflik. Dia menganjurkan suatu pola organisasi yang ideal di mana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan.

5.  Oliver Sheldon (1894-1951)

Sheldon menggabungkan nilai-nilai efisiensi manajemen ilmiah dengan etika pelayanan kepada masyarakat sesuai 3 buah prinsip yaitu :

  1. Kebijakan, keadaan dan metode industri harus sejalan dengan kesejahteraan masyarakat.
  2. Manajemen harus mampu menafsirkan sanksi moral tertinggi masyarakat.
  3. Manajemen harus mengambil prakarsa guna meningkatkan standar etika yang umum dan konsep keadilan sosial.

6.  Chester I. Barnard (1886-1961)

Bernard merumuskan teori-teori tentang kehidupan organisasi. Manusia masuk organisasi karena ingin mencapai tujuan pribadinya melalui pencapaian tujuan organisasi yang tak mungkin dicapai sendiri. Tesis sentralnya adalah per-usahaan akan berjalan efisien dan hidup terus, apabila dapat menyeimbangkan pencapaian tujuan dan kebutuhan individu.

Sumbangan Teori Organisasi Klasik.

  1. Keterampilan manajerial dapat diterapkan pada semua jenis kelompok kegiatan, jika hal lainnya tetap.
  2. Beberapa prinsip yang mendasari perilaku manajerial yang efektif dan dapat diajarkan, memberikan hal-hal praktis yang dapat diterapkan.
  3. Pandangan yang membuat para manajer waspada akan masalah-masalah mendasar yang mungkin mereka temui dalam setiap organisasi.

Keterbatasan Teori Organisasi Klasik

  1. Teori ini dipandang tidak semuanya cocok untuk masa kini.
  2. Prinsip-prinsip aliran ini hanya tepat apabila organisasi berada dalam lingkungan yang stabil dan dapat diprediksi.
  3. Prinsip-prinsip aliran ini terlalu umum untuk mengatasi masalah-masalah organisasi yang semakin kompleks dewasa ini.
  4. Aliran ini tidak memberikan petunjuk dalam pengambilan keputus an tentang tentang prinsip mana yang harus dipilih sebagai patokan.

SCIENTIFIC MANAGEMENT (MANAJEMEN ILMIAH)

•Februari 4, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

1. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)

Taylor terkenal dengan rencana pengupahan yang merangsang “differential rate system”, yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatnya produktivitas, mutu, pendapatan pekerja dan semangat kerja karyawan. Ia terkenal dengan gerakan efisiensi kerja. Empat prinsip dasar Taylor yaitu :

  1. Pengembangan manajemen ilmiah yang benar dapat digunakan untuk menentukan metode terbaik untuk menjalankan setiap tugas.
  2. Seleksi karyawan dengan cara ilmiah, karyawan diberi tanggung jawab atas tugas yang sesuai dengan keterampilannya.
  3. Hubungan kerjasama yang erat antara manajemen dan Karyawan.
  4. Pendidikan dan pengembangan karyawan dengan cara ilmiah.

2. Henry L. Gantt (1861-1919)

Gantt mempertimbangkan kembali sistem perangsang Taylor, dengan memperkenalkan sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Dia juga memperkenalkan system “Charting” yang terkenal dengan “Gantt Chart” yang memuat jadwal kegiatan produksi karyawan supaya tidak terjadi pemborosan. Setiap kemajuan karyawan dicatat pada kartu pribadi, untuk menilai pekerjaan mereka. Gantt menekankan pentingnya mengembankan minat timbal balik antara manajemen dan karyawan, yaitu kerjasama yang harmonis.

3. The Gilbreths (Frank B. Gilbreth dan Lilian Gilbreth)

Konsep Gilbreth: gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap langkah yang dapat menghasilkan gerak dapat mengurangi kelelahan, hal ini dapat meningkatkan semangat karyawan. Pasangan ini juga terkenal dengan konsep “Three position plan of promotion” (Rencana tiga kedudukan untuk suatu promosi), Menurut konsep ini setiap karyawan memiliki tiga peran yaitu sebagai pelaku, pelajar dan pelatih yang senantiasa mencari kesempatan baru. Pada saat yang sama karyawan melakukan pekerjaan saat ini, ia juga mempersiapkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi dan sekaligus melatih penggantinya (be a doer, a learner and teacher). Dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah, harus memandang para karyawan dan mengerti kepribadian serta kebutuhan mereka.

Sumbangan Teori Manajemen Ilmiah

  1. Metode-metode yang dikembangkan dapat diterapkan pada berbagai kegiatan organisasi.
  2. Teknik-teknik efisiensi (studi gerak dan waktu) telah menyadarkan para manajer bahwa gerak fisik dan alat yang digunakan dalam menjalankan tugas dapat menjadi efisien.
  3. Penekanan pada seleksi dan pengembangan karyawan dengan cara ilmiah menunjukkan pentingnya kemampuan dan faktor pelatihan dalam meningkatkan efektivitas kerja seorang karyawan.
  4. Manajemen ilmiah yang menekankan pentingnya rancangan kerja mendorong manajer mencari cara terbaik untuk pelaksanaan tugas.
  5. Manajemen ilmiah tidak hanya mengembangkan pendekatan rasional dalam memecahkan masalah organisasi, tetapi lebih dari itu manajemen ilmiah menunjukan jalan kearah profesionalisasi manajemen.

Keterbatasan Teori Manajemen Ilmiah

  1. Peningkatan produksi tidak disertai dengan peningkatan pendapatan.
  2. Upah yang tinggi dan kondisi kerja yang baik bukan hanya disebabkan oleh peningkatan laba perusahaan.
  3. Hubungan manajemen dan karyawan tetap jauh.
  4. Memandang manusia sebagai sesuatu yang rasional, yang hanya dapat dimotivasi dengan pemuasan kebutuhan ekonomi dan fisik. Aliran ini tidak memandang kebutuhan sosial karyawan. Dengan kata lain, aliran ini mengabaikan frustasi dan ketegangan yang akan dialami karyawan apabila mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan sosial mereka.
  5. Mengabaikan kebutuhan manusia untuk mendapatkan kepuasan dari hasil kerjanya.

The Classical Management Theories (Teori Manajemen Klasik)

•Februari 4, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pendahulu Teori Manajemen Klasik

Sebelum zaman manajemen ilmiah muncul, telah terjadi revolusi industri di Inggris pada abad ke 19 (tahun 1800-an). Beberapa tokoh yang mempunyai perhatian terhadap masalah-masalah manajemen akibat timbulnya revolusi industri itu adalah :

1. James Watt J dan Mathew Robinson Boulton

Teknik manajerial yang dikembangkan kedua orang itu antara lain: penelitian dan peramalan pasar, perencanaan produksi, skema mesin, yang direncanakan sesuai dengan tuntutan proses pekerjaan, standar produksi dan standarisasi komponen produksi. Dalam bidang akuntansi dan biaya, mereka mengembangkan catatan-catatan statistik yang rinci dan memajukan sistem pengendalian. Dalam bidang SDM, mereka mengembangkan pelatihan karyawan, program pengembangan eksekutif, penelitian kerja, program kesejahteraan, dll.

2. Robert Owen (1771-1858)

Permulaan tahun 1800-an, awal revolusi industri Robert Owen, seorang Manajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Owen menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi. Pada zaman Owen ini terdapat praktik-praktik mempekerjakan anak-anak usia 5 atau 6 tahun dari standar 13 jam per hari. Karena jasanya ini beliau disebut sebagai “Bapak Manajemen Personalia Modern”.

3. Charles Babbage (1792 – 1871)

Pada tahun 1822 Charles Babbage menemukan Kalkulator mekanis, yang disebut Difference Machine (Mesin penambah dan pengurang). Prinsip-prinsip dasarnya digunakan pada mesin-mesin hitung hampir seabad kemudian, kalkulator yang kini kita kenal. Babbage menyusun sebuah mesin analitis pada tahun 1833, yaitu sebuah komputer yang otomatis dan mempunyai segala unsur dasar komputer modern, sehingga beliau dinamakan

Sejarah Perkembangan teori Manajemen

•Februari 4, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

PERIODE WAKTU ALIRAN MANAJEMEN KONSTRIBUTOR
1870 –1930 Manajemen Ilmiah (Scientific Management) Frederick W Taylor, Frank & Lilian Gilbert, Henry Gantt, Harington Emerson
1900 –1940 Teori Organisasi Klasik (Classical organization Theory) Henry Fayol, Jame D. Mooney, Mary Parker Follett, Herbert Simon, Chester I Bernard, Max Weber
1930 –1940 Aliran Perilaku (Behavior school) atau Neo Klasik Hawthorne Studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger, Hugo Munsterberg
1940 –SEKARANG Aliran Ilmu Manajemen/ ManajemenModern (Management science school) Abraham Maslow, Chris Argyris, Douglas McGregor, Edgar Schien, David McCleland, Robert Blake & Jane Mouton, Ernest Dale, Peter Drucker,dsb serta ahli-ahli operation research (manajement science)

Hello world!

•Februari 4, 2010 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!